Headlines News :
Home » , » Pangeran Josari

Pangeran Josari

Pangeran Josari adalah anak tunggai Adipati Yudapati, penguasa Kadipaten Paranggaruda. Adipati Yudapati termasuk penguasa yang sangat disegani oleh para kawula negeri dan seiuruh rakyat di kadipaten Paranggaruda. Tanah dan wilayah Paranggaruda meliputi sungai Juwana ke selatan, sampai pengunungan Kendeng Utara yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan. Untuk melancarkan tugas-tugas pemerintahan Adipati Yudapati dibantu oleh para Punggawa Kadrp aten P aranggaruda yaitu : Singapati sebagai patih, Yuyurumpung penguasa wiiayah Kemaguhan, Ki Singabangsa di Kedalon, Ki Gagakpati di Tlogomojo, Ki Dandangwiring, Ki Kudasuwengi di Jembangan, dan Ki Sondong Majeruk. Mereka adaiah tokoh prajurit handal di Kadipaten Paranggaruda. Adipati Yudapati menaruh harapan besar kepada putra satu-satunya yaitu Pangeran Josari sebagai calon penggantinya sebagai penerus penguasa Kadipaten Paranggaruda.

Adipati Yudapati menyediakan empat abdi khusus untuk mengurusi Pangeran Josari. Kesehariannya segala permintaan Pangeran Josari kecil selalu dituruti. Mulai bangun tidur pagi sampai menjelang tidur malam. Semua kebutuhan dilayani oleh para abdi kadipaten. Para abdi antara satu dengan yang lain mempunyai tugas sendiri-sendiri yaitu bertugas merawat kamar, menyuapi setiap makan, memandikan setiap hari dan mengajak bermain-main. Pelayanan yang berlebih-lebihan mengakibatkan kehidupan Pangeran Josari kecil menjadi manja dan kerdil jiwanya. Ia tidak pemah merasakan penderitaan, lapar dan tidak mengerti susahnya hidup sehingga hidup ini dianggap indah terus. Apabila membutuhkan pada sesuatu tinggal minta dan saat itu pula para abdi siap melayaninya. Ketika sang Pangeran Josari usianya menjelangdewasa mulai tampak perilakunya yang kurang terpuji. Setiap hari senang menghambur-hamburkan uang untuk berfoya-foya, temperamental, dan berwatak sombong. Keangkuhan tersebut karena Pangeran Josari merasa anak yang seorang adipati kaya raya. keinginan Semua bisa jiwa dipenuhi karena mempunyai uang banyak. Dalam jiwa Pangerang Josari sudah terpatri semboyan uang adalah segalanya. Beberapa hari kemudian. Patih Singapati danpengiringnya tel ah tiba kembali di Kadipaten Paranggaruda. Mereka disambut dengan tidak sabar oleh Adipati Yudapati. Pangeran Josari dengan bertolak pinggang sangat angkuh ingin segera mendengar jawaban penguasa dari Carangsoka.

Patih Singapati dengan duduk bersimpuh di depan Adipati Yudapati melaporkan bahwa Adipati Puspahandungjaya menerima pinangan. Namun Dewi Rayungwulan minta pinangan syarat adalah seperangkat gamelan yang berbunyi sendiri. Apabila persyaratan dipenuhi maka Dewi Rayungwulan akan menerima pinangan Pangeran Josari dari Paranggaruda.
Pangeran Josari mendengar ucapan Patih Singapati, wajahnya mendadak merah padam. Persyaratan tersebut sulit diwujudkan, dan hanya bentuk penolakan secara halus. Pangeran Josari jengkel dan marah, tangannya mengepal danbergetar. Adipati Yudapati mengenal betul tabiat putranya yang pemah tidak mau bersusah payah bila menginginkan sesuatu. Maunya apa yang dikehendaki segera dipenuhi tanpa harus berjuang dan berkorban. Namun, Adipati Yudapati memang sangat menyayangi putera tunggalnya itu bahkan sangat memanjakannya dengan berlebihan. Adipati Yudapati segera memanggil para abdi yangi merupakan ahli dalam pencarian gamelan. Lalu, diperintahkan Yuyurumpung Kemaguhan dan Singapati untuk mencari hingga ketemu seperangkat gamelan yang dapat berbunyi sendiri. Setelah memberi salam hormat Yuyurumpung dan Singapati mohon diri melaksanakan tugas Sang Adipati Yudapati. Singapati dan Yuyurumpung seteiah menerima tugas dari SangAdipati Yudapati hatinya merasa was-was. Tugas tersebut dianggap sangat aneh dan berat untuk berhasil. Namun, tugas seberat apapun dari atasan itu tidak boleh ditolak. Mengenai berhasil dan tidak itu jangan dijadikan kendala. Yang penting setiap tugas harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan Patih Singapati dan Yuyurumpung mencari informasi tentang keberadaan dalang yang mempunyai gamelan seperangkat yang bisa berbunyi sendiri. Seluruh daerah Kadipaten Paranggaruda dikelilingi bahkan sampai ke kadipaten tetangga. Namun usaha yang keras tetap dijalankan hingga ditemukannya seperangkat gamelan sebagai syarat pinangan yang diminta oleh Dewi Rayungwulan.

Sementara para abdi memeras keringat mencari gamelan yang bisa berbunyi sendiri, pangeran Josari bersenang-senang dengan para sahabatnya. Berfoya-foya dan bersuka ria
dengan para dayang-dayang kadipaten, yang terpaksa menurutinya meskipun hatinya sangat tidak menerima, semua keinginan Pangeran Josari harus dituruti. Bila ada yang coba-coba membangkang maka tak segan-segan pangeran Josari bertindak kasar, sehingga para abdi banyak yang tidak kuat menerima perlakuan yang semena-mena.

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Di Globalj4v4

Judul Artikel : Pangeran Josari
Diterbitkan Oleh : Globalj4v4
Artikel ini di patenkan pada myfreecopyright, apabila mengutip tanpa memberikan link balik pada artikel ini,akan di proses secara DMCA Takedown yang tentunya akan berakibat tidak baik pada blog saudara.
Anda dipersilakan copy paste artikel dengan mencantumkan url sumber di bawah ini :

Subscribe via RSS Feed by Globalj4v4 Indonesia
Share this article :
 
DMCA.com
*Layanan ini disediakan oleh PT Globalj4v4 Sdn. | Halaman Awal ini juga disediakan oleh PT Globalj4v4 Sdn. | Semua layanan lain yang tidak memiliki tanda “*” akan menuju ke situs web pihak ketiga, yang kontennya mungkin tidak sesuai dengan undang-undang di wilayah Anda. Anda, bukan PT Globalj4v4 Sdn, bertanggung jawab penuh atas akses ke dan penggunaan situs web pihak ketiga.
Hak Cipta © 2020 PT Globalj4v4 Sdn (Co. Reg. BlogID. 2825584887500486077). Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
Kampus Wong Sinting | Globalj4v4 | Globalw4r3 | Google